Senin, 31 Januari 2011

THE HUNCHBACK OF NOTREDAME (?!!!!)

Si Bongkok dari Notredame memang salah satu cerita anak yang disukai. Tapi bagaimana kalau anak kita, atau justru kita sendiri yang menjadi si Bongkok?


Hunchback (Bongkok) atau dalam dunia medis lebih sering disebut sebagai hiperkifosis, dapat dengan mudah terjadi, baik oleh karena kesalahan struktur tulang belakang secara bawaan, perubahan struktur tulang belakang akibat penyakit atau oleh karena kebiasaan postur yang salah.


Sesungguhnya, kifosis adalah kurva normal pada thorakal, bagian punggung atas dari tulang belakang, Namun, disebabkan berbagai faktor, kurva tersebut dapat meningkat, sehingga penderitanya tampak bongkok. Atau sebaliknya, kurva pada bagian lain, yang seharusnya agak membusung, menjadi datar.
Penderita kifosis pada umumnya akan mengalami ketidakseimbangan kekuatan otot, kelelahan otot akibat posisi yang tidak normal, kesulitan bernapas dan tentu saja kurangnya rasa percaya diri. Selain itu, pada kondisi yang lebih parah, dapat terjadi peradangan pada jaringan, perdarahan dan cedera saraf.

Penanganan medis pada kifosis sangat bervariasi, tergantung penyebab, derajat kurva yang terbentuk, serta kondisi yang menyertai. Namun, secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Operasi
2. Pemakaian Orthose
3. Fisioterapi

Pertanyaannya tentu saja, "Bagaimana Fisioterapi Dapat Menolong Pada Kifosis?"
Fisioterapis akan memeriksa kondisi penderita, menilai besarnya masalah yang terjadi, dan berapa banyak kondisi yang dapat dicegah dan diperbaiki, sehingga dapat direncanakan program yang terbaik kepada individual penderita. Secara umum, fisioterapis akan memberikan latihan untuk meningkatkan kekuatan pada sisi yang lemah, mengurangi ketegangan pada otot yang lebih kuat, serta membantu pembentukan kembali, sehingga diharapkan dapat mengembalikan tulang kepada kurva normalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar